Pada suatu hari, di padang rumput yang sangat luas nan hijau, terdapat seekor sauropods dan jerapah yang sedang menyantap dedaunan hijau dari pohon pohon yang tumbuh tinggi disana, dengan leher panjang yang mereka miliki, membuat mereka dengan mudah menyantap dedaunan dari pohon pohon tinggi itu. Matahari pagi yang menyinari wajah wajah mereka, menunjukan betapa nikmat dedaunan segar yang mereka makan. Jerapah menyantapnya dengan perlahan menikmati setiap gigitannya, sedangkan sauropods memakannya dengan lahap karena jerapah itu sangat senang makan, hingga membuat ia tersedak.

lanjut baca

Dikisahkan di sebuah kerajaan, hiduplah seorang raja yang mahsyur. Ia dikenal sebagai raja yang sangat mencintai rakyatnya. Saking cintanya kepada rakyatnya, ia sering menghabiskan simpanan kerajaan demi rakyatnya. Ia juga selalu mendengarkan setiap keluhan rakyatnya meskipun rakyatnya terkenal akan kelicikan dan kebohongannya kepada pihak istana. Setiap musim panen tiba, ia selalu membagikan separuh harta kekayaan kerajaan dan simpanan gandum kepada seluruh rakyatnya. Ia sangat senang membagikan hasil panen tersebut. Suatu hari ketika musim panen berlangsung, sang raja ingin berkeliling desa. Ia ingin melihat rakyatnya menikmati musim panen yang selalu dinantikan. Gandum- gandum banyak yang menuai hingga membuat indah mata memandang di sepanjang ladang membentang.

lanjut baca

Suatu sore, di sebuah taman bermain, ada sekelompok anak-anak yang sedang bermain sepeda. Toni, Faris, Kiko, Hana, dan Cindi bersepeda dengan riang gembira. Tidak jauh dari mereka berdiri Ikhsan yang terlihat sedih. Dia berada di pojok taman sambil, hanya bisa memandang teman-temannya yang riang bercanda sambil bersepeda. Ketika Ikhsan mencoba menghampiri, mereka mengusirnya.

lanjut baca

Di bagian utara pegunungan Tengger terletak Danau Grati, yang disebut Danau Buaya. Danau itu mendapatkan namanya dari banyak buaya yang, berabad-abad lalu, secara misterius muncul di perairannya; kemudian, setelah tinggal di sana beberapa lama, mereka menghilang secara misterius, meninggalkan ikan leleh, ikan panjang berwarna abu-abu tua seperti belut. Ikan-ikan inilah yang menjadi alasan mengapa buaya sekarang menjadi musuh manusia. Bagaimana hal ini bisa terjadi diceritakan dalam legenda berikut:

lanjut baca

Dulu kala, di desa Paluh Amba yang masih masuk dalam wilayah Majapahit, tinggallah Damar Wulan yang merupakan putra dari perdana menteri Majapahit. Sejak ayahnya pensiun, keluarganya tinggal di desa yang tenang dan makmur di luar ibu kota. Sebagai anak yang rajin belajar, maka Damar pun menjadi pribadi yang cerdas. Ia suka belajar apapun, mulai dari seni bela diri, politik, agama, hingga sastra. Ketika ayahnya merasa sudah cukup dewasa, dia meminta Damar mencari pekerjaan di Majapahit dan ia menjadi perdana menteri. Dia berharap hubungan dekatnya dengan perdana menteri yang baru akan membantunya mendapatkan perhatian perdana menteri. Apalagi Damar adalah anak yang pintar sehingga ayahnya yakin Damar mampu melakukan pekerjaan apa pun.

lanjut baca

Rajah Banjir adalah raja musim hujan, ia tinggal di istananya yang berwarna pelangi di tepi sungai yang lain. Dia bisa menyebabkan banjir muncul sesuka hatinya, dan air matanya membuat sungai dan sungai membengkak. Dari jendelanya dia bisa melihat putri kecil menenun gaun pengantinnya, dan dia bisa mendengarnya menyanyikan lagu keberuntungan. Tapi sang putri tidak pernah melihat ke arah sungai.

lanjut baca

Dulu kala, tepatnya di hutan belantara, ada sekawanan burung yang hidup bersama. Termasuk salah satunya adalah burung gagak, yang dulunya ia disebut sebagai "Burung Cendrawasih". Bulu-bulu burung gagak yang semula berwarna putih paling murni berubah menjadi hitam. Hal ini karena ia telah berbuat satu kesalahan. Maka burung gagak itu pun kehilangan bulu putih yang indah ini dan sebagai gantinya dia memakai yang hitam.

lanjut baca

Download Aplikasi Ngedongeng di