Cerita Dongeng Seorang yang Lapang Dada part1.jpg
SHARE THIS POST

Download Aplikasi Ngedongeng di



Cerita dongeng Seorang yang lapang dada


Di suatu Negeri, hiduplah seorang pemuda miskin dan sebatang kara di gubuk reyot. Walaupun demikian, ia dikenal sebagai pemuda yang baik hati.
Hingga suatu hari, ketika ia hendak makan, ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya. Mendengar ketukan tersebut, Ia tinggalkan makanan yang belum jadi ia makan. Ia segera membuka pintu.

" Adakah sedikit makanan Tuan untuk saya makan?

sudah dua hari saya tidak makan." Pinta seorang pengemis dengan wajah yang pucat.


Ia merasa sangat iba melihat pengemis tersebut kelaparan. "Mari Tuan...silahkan masuk! Saya punya sedikit makanan untuk Tuan."

Cerita Dongeng Seorang yang Lapang Dada part2.jpg

Download Aplikasi Ngedongeng di



Cerita Dongeng si Kaya Hati

Dengan sangat lahap pengemis tersebut menghabiskan makanan yang ia terima. "Terima kasih atas kebaikan Tuan. Semoga kebaikan Tuan mendapatkan balasan. Saya izin pamit Tuan. "

Si pemuda tersebut tersenyum ramah. Kemudian masuk kembali ke gubuknya. Lalu mulai merebus ubi yang tersisa di dapurnya. Perutnya juga terasa sangat lapar karna seharian belum terisi makanan setelah pulang mencari kayu bakar.

Cerita Dongeng Seorang yang Lapang Dada part3.jpg

Cerita Dongeng Sebelum Tidur


"Bisakah Tuan menunjukkan saya arah jalan pulang ke desa seberang?saya tersesat dihutan sejak tiga hari yang lalu. Persediaan makanan saya juga sudah habis."

Tanpa berpikir panjang, ia segera mengambil ubi yang telah direbusnya tadi dan memberikannya kepada si Pemburu.




"Makanlah dahulu Tuan, pasti Tuan sangat kelaparan, saya hanya punya ini. Setelah selesai makan nanti akan saya antarkan."




"Terima kasih Tuan. Semoga kebaikan Tuan mendapatkan balasan."




Setelah si pemburu selesai makan, pemuda tersebut memenuhi janjinya. Walau ia merasa sangat lapar ia tetap tulus membantu si pemburu.

Cerita Dongeng Seorang yang Lapang Dada part4.jpg

Download Aplikasi Ngedongeng di



Cerita Dongeng Memberi Pesan Mendidik tanpa Hardik


Keesokan harinya, ketika ia hendak tidur, terdengar kembali ketukan pintu. Hujan turun sangat derasnya. " Bolehkah saya menumpang berteduh di sini Nak?" Pinta seorang lelaki tua yang sudah basah kuyup gemetar kedinginan. "Silahkan masuk Kek. Tidurlah untuk semalam d sini. Hujan sangat deras di luar. Saya khawatir kakek akan sakit. " "Terima kasih, Nak. "


Begitulah seterusnya. Si pemuda selalu memberikan kebaikan kepada siapapun. Ia percaya bahwa kebaikan akan di balas dengan kebaikan pula.


Hingga suatu hari ia di jemput para pengawal Raja. Ia mendapatkan undangan untuk menghadiri jamuan istimewa dari Raja.


"Adakah gerangan Baginda Raja hingga mengundang pemuda miskin seperti saya ke istana nan megah ini?" Raja tersenyum.


"Anda sangat kaya anak muda. Bahkan mengalahkan seluruh kekayaan saya." Si pemuda masih merasa bingung.



"Sudikah anda mempersunting putri semata wayang saya?"

"Saya yang baginda maksud? tidak salahkah Baginda?"


Raja kembali tersenyum. "Tidak anak muda. Putri saya dan negeri ini membutuhkan pemuda sepertimu."


"Tapi saya tidak pantas. Saya tidak punya apa-apa." Si pemuda semakin bingung.



"Anda sangat kaya. Kaya hati. Saya telah mengirim pengawal saya untuk menguji anda karna selama ini saya selalu mendengar tentang kebaikan anda dari para penduduk."


Si pemuda tertunduk haru. Kemudian melihat ke sekeliling istana. Ia jumpai pengemis, pemburu, Kakek tua dan orang-orang yang pernah ia tolong. Ternyata mereka semua adalah pengawal Raja.


Pada akhirnya, si pemuda miskin tersebut menjadi seorang Raja yang sangat dermawan dan adil hingga sejahtera lah para penduduk negeri.

Cerita Dongeng Seorang yang Lapang Dada part5.jpg