blog post.jpg
SHARE THIS POST

Download Aplikasi Ngedongeng di



Pada suatu ketika. Di hutan yang jauh. Ada bayi singa, ibunya meninggal setelah dia lahir ke dunia. Bayi singa yang lemah tanpa perlindungan dari dalam ibunya, lapar dan masuk angin, singa meminta pertolongan dengan kekuatan terakhirnya. Sementara itu, sekelompok kambing melintasi tempat itu. Seekor induk kambing mendengar tangisan bayi singa. Ia merasa iba melihat bayi singa yang lemah dan hidup sendiri.


Naluri ibu untuk merawat dan melindungi bayi muncul. Induk kambing mendekat dan menggendong bayi singa dengan penuh kehangatan dan kasih sayang. Memiliki kehangatan kasih sayang yang dia butuhkan, bayi singa tidak mau berpisah dengan kambing betina. Dia terus mengikuti induk kambing untuk pergi ke mana saja. Bayi singa diterima sebagai bagian dari keluarga besar kambing.

Hari demi hari anak-anak tumbuh dan singa besar dalam perawatan induk kambing dan domba hidup di masyarakat. Dia memberi makan, makan, minum, dan bermain dengan anak-anak kambing lainnya. Perilakunya seperti kambing. Bahkan singa muda mengeluarkan suara seperti kambing mengembik yang bukan raungan! Ia merasa bahwa dirinya adalah kambing, tidak seperti kambing lainnya. Ia tidak pernah merasa bahwa dirinya adalah seekor singa.

Suatu hari, ada suara yang sangat keras. Seekor serigala berburu kambing liar untuk dimangsa. Kambing panik. Semua ketakutan. Kambing yang lebih tua yang juga takut pada singa meminta anak itu untuk menghadapi serigala. "Kamu singa, kamu bisa menghadapi serigala! Beri dia raungan besar dan dia pasti akan lari ketakutan!" perintah induk kambing. Bayi singa memang sudah kelihatan besar dan kokoh, namun karena singa kecil hidup di tengah-tengah komunitas kambing, dia tidak pernah belajar bagaimana menjadi singa, tidak ada yang mengajari dia. Maka tidak heran jik singa juga ketakutan dan sembunyi di belakang kambing. Dia berteriak sekeras-kerasnya dan yang keluar dari mulutnya adalah suara embusan, seperti kambing yang lain tidak mengaum. Singa tidak dapat berbuat apa-apa ketika seekor kambing muda diserang oleh serigala dan dibawa pergi.



blog post.jpg

Download Aplikasi Ngedongeng di



Kambing yang lebih tua sangat sedih karena salah satu anaknya diambil oleh serigala. Dia menatap singa muda dengan perasaan yang sangat marah, "Kamu harus membela kami! Kamu harus menyelamatkan saudaramu! Harus bisa mengusir serigala jahat! Anak singa hanya bisa menundukkan kepalanya. Dia tidak mengerti mengapa mereka menyalahkan dia untuk serigala. Dia sudah takut pada serigala seperti kambing lainnya. Singa muda merasa sangat sedih karena dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Keesokan harinya serigala datang lagi. Kembali berburu kambing untuk dimakan. Kali ini sang induk kambing ditangkap dan telah dicengkeram oleh serigala. Semua kambing cukup berani untuk membantu. Singa muda marah melihat induk kambingnya telah dicengkeram serigala. Seekor serigala sangat terkejut melihat ada singa di depan dan kemudian melepaskan cengkeramannya. Serigala itu gemetar ketakutan! Sehingga singa kecil mengundurkan diri, dia merasa hari itu adalah akhir hidupnya! Dengan amarah yang besar anak singa itu berteriak keras, padahal itu hanya suara kambing dengan aksen aneh. Lantas kemudian ia mundur ke belakang. Melihat tingkah singa muda, serigala yang ganas dan licik itu mendekatinya. Maka serigala tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah singa yang merasa dirinya sebagai kambing, bahkan hampir tidak ada bedanya dengan kambing. Rasa takutnya segera lenyap. Maka srigala itu pun sangat marah dan menggeram untuk memakan singa duluan.

Merasa bahwa dia adalah kambing, singa muda itu membenturkan kepalanya seperti kambing, serigala itu telah dipersiapkan dengan tenaga yang kuat. Dengan sedikit melintir, serigala itu merobek wajah anak singa itu dengan cakarnya. Singa muda jatuh dan celaka, seperti kambing yang merintih. Induk kambing menyaksikan kejadian itu dengan sangat cemas. Induk kambing bertanya-tanya mengapa seekor singa gempal bisa dikalahkan oleh seekor serigala. Bukankah singa adalah raja hutan?

Tanpa memberi ampun sedikitpun serigala tersebut menyerang singa muda yang masih merintih. Serigala sudah siap menghabisi singa. Pada saat kritis itu, induk kambing yang tidak tega, dengan sekuat tenaga memukul serigala. Serigala itu melesat pergi. Singa bangun. Paada akhirnya, saat itu, auman singa dewasa muncul dengan sekuat tenaga.

blog post.jpg

Semua kambing ketakutan dan meminta perlindungan kepada induk kambing! Anak-anak kambing yang kecil juga takut pada singa dan mendekat. Sementara serigala lari. Saat seekor singa dewasa hendak menerkam kawanan kambing tersebut, ia terkejut di tengah kawanan kambing tersebut terdapat seekor singa muda. Beberapa kambing lari ketakutan dan terbirit-birit. Singa muda itu lari juga. Singa itu masih tertegun. Ia bertanya-tanya mengapa anak singa ikut lari mengikuti kambing? Maka is berteriak kepada singa muda agar ia tidak lar dan menghindar. “Kamu singa, bukan kambing! Aku tidak akan memangsa singa muda!”

Tapi singa muda tetap berlari dan lari. Singa dewasa terus mengejar. Dia melakukannya bukan mengejar kawanan kambing, melainkan mengejar anaknya, singa muda. Akhirnya singa muda itu pun tertangkap. Singa muda yang mengira dirinya kambing takut pada singa. “Jangan bunuh aku, kumohon!” pinta singa muda penuh ketakkutan. “Kamu singa, bukan kambing. Saya tidak akan bisa membunuh singa muda!" Dengan itu, maka singa muda yang meronta pun berkata," Tidak, aku seekor kambing! Tolong bebaskan aku!” Anak Singa berjuang dan berteriak keras.

Suaranya tidak raungan tapi yang keluar adalah suara singa yang mengembik, seperti suara kambing. Singa dewasa heran. Bagaimana pun singa muda bisa menyuarakan kambing dan domba? Dengan singa marah ia menyeret anak itu ke dalam danau. Ia harus menunjukkan siapa sebenarnya anak singa itu. Begitu berada di air danau yang jernih, ia meminta singa muda melihat bayangannya sendiri. Lalu bandingkan dengan singa dewasa. Saat ia melihat bayangan dirinya, putra sang singa pun terkejut, "Ya Tuhan, wajah dan tubuhku sama denganmu. Sama dengan singa, raja hutan!" katanya. "Ya, karena Anda benar-benar anaknya. Bukan kambingnya!"

blog post.jpg

Download Aplikasi Ngedongeng di



"Jadi aku bukan kambing? Saya adalah seekor singa!" katanya. "Kamu adalah singa yang sebagai raja hutan! Izinkan saya mengajari cara menjadi raja hutan! Kata Singa Dewasa. Maka Singa Dewasa kemudian mengangkat kepalanya dengan bermartabat dan dengan raungan yang nyaring. Singa Muda itu meniru Singa itu, dan dengan raungan yang nyaring. Ya menderu-deru, bergetar di seluruh hutan. Tak jauh dari situ srigala ganas itu berlari lebih kencang dan lebih cepat, dia takut karena terdengar singa yang mengaum. Anak Singa itu pun berteriak dengan penuh kepuasan bahwa dirinya adalah singa, Sang Raja Singa. Semenjak hari itu, singa sudah tahu siapa jati dirinya, dia adalah singa bukan kambing.

blog post.jpg