blog post.jpg
SHARE THIS POST

Download Aplikasi Ngedongeng di

Cerita Fabel Anak Oni dan Otan


Di sebuah hutan yang indah, hiduplah seekor monyet kecil yang bernama Otan. Ia sangat senang bermain disana. Ia selalu bermain bersama Oni, seekor kelinci yang baik hati. Meskipun sering bermain bersama, mereka memiliki dua sifat yang berbeda, namun mereka tetap bersahabat karena mereka saling menyayangi satu sama lain. Suatu hari, ketika seluruh warga hutan merayakan maulid nabi, Oni dan Otan turut mempersiapkan acaranya.

“Alhamdulilah hari ini adalah hari yang indah. Tepat 12 rabiul awal, Rasulullah lahir ke dunia. Aku senang sekali karena kita akan membuat acara sederhana disini untuk mengenal kembali siapa itu rasulullah.” Kata Oni. Sesaat kemudian, Oni pun berjalan mengelilingi hutan dan melihat Otan yang masih saja terus bermain. Ia pun menghampiri Otan dan berkata,

“ Kamu sedang apa disini? Mengapa kamu tidak membantuku? Kamu lupa ya, hari ini kita akan merayakan maulid nabi Muhammad.” Kata Oni.

“Ah, eh, aku lupa oni. Baiklah aku akan membantumu. Tapi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan,” kata Otan.

“Emm, kita kesana saja yuk, kita bisa bertanya kepada Pak katak.” Jawab Oni sambil menunjuk ke sebuah lapangan.

blog post.jpg

Download Aplikasi Ngedongeng di

Cerita Fabel Pentingnya Bersifat Amanah


Mereka pun berjalan bersama menuju tempat acara. Sesampainya disana, Pak Katak langsung memberikan sebuah bingkisan buah kepada Otan.

“Otan, kamu antarkan ini ke rumah bu Tikus ya. Ia sedang berbaring di rumahnya. Ia tidak bisa hadir di acara kita nanti malam karena karena ia sedang sakit. Ia sendirian di rumah. Tolong antarkan ini kepadanya dan jangan memakan buah ini ya,” kata Pak katak.

“Oh, eh, baik pak Katak. Aku akan mengantarnya.” Kata Otan. Oh iya, Oni, kamu mau menemaniku kan?”

“Tentu, Otan. Aku akan menemanimu ke rumah bu Tikus. Ayo kita pergi sekarang,” kata Oni sambil tersenyum.

Mereka berdua pun berjalan melewati hutan hingga sore tiba. Sepanjang jalan mereka mendengar kicauan burung dan melihat hijaunya dedaunan. Ketika asyik berjalan , tiba-tiba Otan merasa lapar dan perutnya mulai berbunyi.

“Aduh, perutku sakit sekali.” Oni, kita berhenti dulu yuk. Aku lapar.” Kata Otan


“Oh baiklah. Kamu duduk saja dulu. Aku akan mencari buah-buahan untukmu.” Kata Oni.


Oni pun meninggalkan Otan yang sedang duduk di sebuah pohon besar hingga beberapa saat kemudian, Otan mulai merasa tidak tahan dengan perutnya.

blog post.jpg

Cerita Fabel Dibacakan Sebelum Tidur


“Aduh, aku benar-benar sangat lapar. Disini tidak ada satu pun pohon buah. Bagaimana ini? Hmm, bingkisan ini kelihatannya enak. Ah, kumakan saja buah yang ada di bingkisan ini.” Kata Otan dengan semangat.

“Nyam..nyam..nyam..” Wah ternyata benar. Buah ini enak sekali.” Kata Otan. Otan memakan buah itu begitu lahapnya sampai lupa bahwa ia telah diberi pesan oleh pak Katak untuk tidak memakannya.

Tidak berapa lama kemudian, Oni pun tiba dan melihat betapa kagetnya ia melihat Otan yang tertidur pulas dan melihat bingkisan buah yang sudah terbuka.

“Otaaannnnnnnnnn... dimana bingkisannya?” kata Oni

“Oh, eh, aduhh aku lupa. Aku sudah memakannya semua. Habis kamu lama sekali sih. Perutku sudah lapar.” Jawab Otan dengan gugup.

Iya tapi kamu tetap tidak boleh memakannya. Ingat pesan pak Katak, bingkisan itu harus dibawa ke rumah Bu Tikus.” Kata Oni dengan kesal.

“Aduh bagaimana ya? Apa kita ganti saja dengan mencari buah yang lain untuk bu Tikus?” kata Otan.

“Yasudahlah, aku terserah padamu saja. Aku kecewa padamu Otan. Itu kan amanah pak pak Katak kepadamu. Seharusnya kamu menjaganya untuk tidak memakan buahnya.” Huft,” kata Oni.

“Iya iya. Maaf deh. Aku akan menggantinya dengan buah yang lain,” kata Otan

“Hm, kita sudah tidak punya banyak waktu lagi, tan. Sebentar lagi acara mauled akan dimulai. Kita harus segera kembali. Sudahlah, kamu bilang saja yang sebenarnya dengan Pak katak nanti,” jawab Oni.

blog post.jpg

Download Aplikasi Ngedongeng di

Cerita Fabel Memberi Pesan Mendidik Tanpa Hardik


Mereka pun berjalan pulang menuju ke tempat acara mauled diadakan. Acara sudah dimulai. Para penduduk hutan sudah berkumpul mendengarkan ceramah si burung dara.

“teman temanku sekalian, kita merayakan maulid nabi berarti kita juga harus mencontoh salah satu sifat rasulullah, yakni Al-amin. Al-amin artinya dapat dipercaya. Rasulullah sejak kecil adalah anak yang jujur dan dapat dipercaya. Ia menepati pesan yang diberikan kepadanya sehingga ia diberi gelar Al-amin. Hayoo, siapa yang mau seperti rasulullah?”

“Saya!...” sahut semua penduduk hutan.

Mendengar ceramah si burung dara, Otan sadar ia telah melakukan kesalahan. Ia tidak amanah dan justru memakan buah yang seharusnya ia antar kepada bu Tikus. Ia pun hanya bisa tertunduk malu dan menyesali perbuatannya.

blog post.jpg