Cerita anak Kunang Kunang Tak Bersayap melihat sifat semangat dari seekor kunang kunang.jpg
SHARE THIS POST

Download Aplikasi Ngedongeng di

Cerita Anak Seekor Kunang-kunang


Di sebuah pulau ada sebuah cerita tentang seekor kunang-kunang yang tak memiliki sayap yang bernama kunkun. Setiap senja menjelang, para kunang-kunang berhamburan keluar dan terbang di sekitar pantai. Mereka begitu riang mengeluarkan cahaya dari setiap sayapnya dan menyanyi sepanjang senja. Namun kunkun hanya bisa termenung di atas daun yang rimbun. Ketika teman-temannya asyik menyanyi dan menari, kunkun merasa sedih karena ia tak memiliki sayap seperti teman-teman lainnya. Ia duduk memperhatikan indahnya sapa teman-temannya yang membuat sepanjang pantai menjadi indah.

“Kunkun ayo sini, kita menyanyi bersama,” teriak salah seorang temannya kepada Kunkun.

“Enggak deh. Kalian saja. Aku ingin duduk disini saja,” jawab Kunkun.

“Hei jangan melamun begitu dong. Malam ini kita akan membuat pesta sederhana disini. Kamu ikut kan?” tanya teman Kunkun dengan antusias.

Cerita anak Kunang Kunang Tak Bersayap melihat sifat semangat dari seekor kunang kunang.jpg

Download Aplikasi Ngedongeng di

Cerita Anak Meniru Sifat Semangat


“Gamau ah. Aku kan tidak bisa terbang. Aku tidak seperti kalian. Kalian bebas kemana pun. Kalian memiliki sayap yang indah sedangkan aku tidak,” kata Kunkun dengan sedih.

“Jangan bicara seperti itu Kunkun. Kita ini semua keluarga kunang-kunang. Meskipun kamu berbeda aku tetap teman kamu, juga saudaramu. Aku sedih kalau kamu tidak ikut. Ayolah. Kapan lagi kita membuat pesta sederhana di pantai. Ada makanan yang lezat yang bisa kamu makan. Aku juga akan meminta kepada ayahku agar pesta menari jangan menggunakan sayap, bagaimana?” kata teman Kunkun meyakinkan.

“Benarkah? Aku senang mendengarnya. Kalau begitu aku membantu bibi dulu menyapkan makanan yang lezat untuk kita ya,” ujar kunkun dengan semangat.

Kunkun berlari ke dapur Bibi kunang-kunang untuk membantu membuat makanan yang lezat. Ia begitu senang ketika temannya akan memberitahu ayahnya kalau pesta menari tidak menggunakan sayap. Ia pun berlari ke arah bibi dan menceritakan semua yang dikatakan temannya.

“Malam ini aku ikut menari di pesta kita bi. Aku senang sekali. Pesta kali ini tidak menggunakan sayap bi,” kata Kunkun dengan penuh antusias.

“Wah syukurlah. Kamu bisa ikut bergabung dengan teman-teman lainnya. Aku tidak ingin melihat kamu menyendiri lagi di daun. Aku juga akan ikut menari bersama kalian,”kata Bibi lalu memeluk Kunkun.

Bibi dan Kunkun begitu antusias menyiapkan makanan yang lezat untuk seluruh keluarga kunang-kunang. Mereka begitu menikmati aroma masakan yang mereka masak. Setelah selesai semua, Kunkun dan Bibi pun langsung mengumpulkan seluruh anggota keluarga kunang-kunang di ruang besar kerajaan kunang-kunang.

“Untuk seluruh anggota keluarga kunang-kunang, makanan sudah siap dihidangkan. Pesta dimulai,” teriak bibi lalu meniup terompet ke segala peenjuru ruangan. Mendengar seruan terompet, para anggota keluarga kunang-kunang langsung berkumpul memenuhi ruangan dan menyantap berbagai hidangan yang tersedia. Suasana pesta berlangsung tenang dan damai. Hingga suatu ketika salah seorang anggota kunang-kunang mengajak seluruh anggota keluarga untuk menari bersama.

Cerita anak Kunang Kunang Tak Bersayap melihat sifat semangat dari seekor kunang kunang 1.jpg

Cerita Anak Harus Punya Semangat


“Ayo keluargaku. Kita menari bersama,” seru salah seorang kunang-kunang dengan penuh semangat.

“Ayoo!” seru anggota kunang-kunang lainnya.

Ketika semua sudah mulai menari dan mengepakkan sayap, Kunkun yang melihat keadaan tersebut langsung terdiam dan melangkah mundur dari kerumunan anggota kunang-kunang lainnya. Ia kembali bersedih dan menangis di ujung meja makan. Sementara bibi yang melihat keadaan tersebut langsung enghampiri Kunkun dan berkata,

“Ayo kun, ikut Bibi. Bibi ingin menunjukkan sesuatu untukmu.” Ujar Bibi meyakinkan. Kunkun mengikuti langkah Bibi melewati kerumunan keluarga kunang-kunang hingga kemudian ia kaget ketika Bibi menghentikan langkahnya ke aula.

“Para anggota keluarga kerajaan kunang-kunang yang kusayangi, izinkanlah anak saya , Kunkun mempersembahkan tarian baru untuk acara keluarga kita selanjutnya.” Kata Bibi dengan penuh percaya diri.

Cerita anak Kunang Kunang Tak Bersayap melihat sifat semangat dari seekor kunang kunang 2.jpg

Download Aplikasi Ngedongeng di

Cerita Anak Memberi Pesan Mendidik Tanpa Hardik


Kunkun tercengang dan tak tahu harus berbuat apa. Wajahnya pucat dan gemetar ketika Bibi menyuruhnya naik ke atas aula. Ia pun berkata, “Aduhai bibi, apa yang telah kau katakana kepada keluarga kita? Aku sungguh tidak bisa menari. Aku tidak ingin mereka dipermalukan karena keadaanku.” Bisik Kunkun kepada Bibi.

“Lakukan saja nak. Ikuti kata hatimu. Kamu bisa menari tanpa harus punya sayap. Ayo cobalah, demi Bibi. Kamu hanya perlu mengikuti irama musiknya dengan hatimu.” Kata Bibi sambil mengusap kepala Kunkun.

Melihat mata Bibi yang penuh harap, Kunkun tidak bisa menolak permintaan Bibi. Akhirnya ia pun berusaha menari dengan hatinya. Ia tak pernah belajar menari sebelumnya namun setelah ia selesai menari,tiba-tiba seluruh tepuk tangan bergemuruh kepadanya. Ia kaget dan tercengang ketika seluruh anggota keluarga kunang-kunang menyukai tariannya.

“Kamu hebat sekali Kunkun. Aku saja tidak bisa menari sepertimu. Ajari aku dong,” ujar salah seorang teman Kunkun.

“Ah kalian bisa saja. Aku jadi malu nih hehehe,” balas Kunkun.

“Mulai hari ini dan seterusnya kita akan menari tarian yang akan dibawakan oleh Kunkun. Mana tepuk tangan untuk Kunkun,” teriak salah seorang anggota keluarga kunang-kunang.

Semenjak pesta tersebut, Kunkunlah yang menciptakan tarian tanpa sayap untuk keluarga kunang-kunang. Setiap musim berganti, Kunkun juga mengganti tariannya. Meski tanpa sayap, Kunkun akhirnya bisa menari dengan indah.

Cerita anak Kunang Kunang Tak Bersayap melihat sifat semangat dari seekor kunang kunang 3.jpg